Simpan Saja (ECOUTEZ)

November 27th, 2006 by angelina-075

Slalu saja kau dapat membuatku
maafkan salahmu
Dan kini kau ulangi
salahmu yang itu-itu saja

Kecewa ku dibuatmu
terluka karna sifatmu
Dan kini ku tak mampu
bertahan lagi

Kuakui dirimu pernah berarti
dan memang hidupku hampa tanpamu
namun lebih baik ku sendiri

Simpan saja rasa di hatimu
Sudah lupakan
hasratku tak lagi untuk saling mencinta
Sudah sampai di sini

Jika aku rindu..

November 27th, 2006 by angelina-075

Jika aku rindu..
Kututup mata dan kulihat senyummu
Kututup telinga dan lembut suaramu hadir di sekelilingku
Kulipat tanganku dan berdoa ‘tuk bahagiamu

Jika ku rindu..
Tak perlu kukepakkan sayap dan terbang ke arahmu
Tak perlu kubelah lautan dengan semangat ‘tuk memelukmu
Tak perlu lagi tetesan air mata seperti dahulu

Jika ku rindu..
Jika aku masih rindu..
Jika aku masih mampu rindu..
Jika aku masih mau merindukanmu..
Tapi aku menolak rasa itu.

Jika aku rindu..

November 27th, 2006 by angelina-075

Jika aku rindu..
Kututup mata dan kulihat senyummu
Kututup telinga dan lembut suaramu hadir di sekelilingku
Kulipat tanganku dan berdoa ‘tuk bahagiamu

Jika ku rindu..
Tak perlu kukepakkan sayap dan terbang ke arahmu
Tak perlu kubelah lautan dengan semangat ‘tuk memelukmu
Tak perlu lagi tetesan air mata seperti dahulu

Jika ku rindu..
Jika aku masih rindu..
Jika aku masih mampu rindu..
Jika aku masih mau merindukanmu..
Tapi aku menolak rasa itu.

Pertama..

November 21st, 2006 by angelina-075

Pertama masuk kelas lagi setelah UTS berakhir minggu lalu.
Energi masih full, semangat full, konsentrasi full, senyum full.

Senang bisa ketemu mahasiswa lagi.
Wajah-wajah penuh semangat..
Wajah-wajah ngantuk dan lelah penuh harap..
Wajah-wajah haus ilmu..
Wajah-wajah penasaran jika materi meragukan..
Wajah-wajah puas saat memahami materi..

Semangat!!!
Harus dipertahankan sampe akhir..
:)

Sakit sekali..

November 20th, 2006 by angelina-075

Hari ini seseorang kembali mengingatkanku
tentang siapa aku, bagaimana aku sesungguhnya
betapa aku bukan siapa-siapa
bahwa seindah apapun, aku tak berarti
secerah apapun hidupku, mendung selalu menggantung di dasar hati

Jika manusia adalah debu di mata-Nya,
tentu aku adalah debu paling kecil dan paling hitam
yang mungkin terinjak setiap saat
tanpa seorang pun menyadari keberadaanku yang tak penting bagi siapapun

Sakit sekali..
Mengapa harus kau ingatkan lagi
luka lalu yang mencabik hatiku
menyatu dalam aliran darahku

Sakit sekali..
Sapu tak mempan, sabun tak berdaya
kotoran itu tetap melekat di sekujur tubuhku
*mungkin perlu coba kukorek dengan pisau..*

Sakit sekali..
Seribu kali pun kukibaskan, luka itu tetap menempel
menjadi bayangan yang setia membebani langkahku
yang seolah menghilang sejenak di redup malam
tapi sungguh sedang mengumpulkan kekuatan tuk menantang matahari esok pagi

Sakit sekali..
Sungguh sakit sekali..
Andai bisa kuhapus selamanya dari hidupku
pasti langkahku tak seberat ini

Sakit sekali..
Hari ini kauingatkan lagi
sekujur tubuh serasa mati

Sakit sekali..
Harus sendirian di persimpangan ini
berdiri di ujung hati yang semakin tumpul
menentang terik mentari dan dinginnya malam tanpa seorangpun mengerti

Sakit sekali..
debar jantung seakan ingin mengoyak dada
denyut nadi hendak memuncratkan darah yang tak lagi berwarna
otak tak hendak lagi bekerja
hati entah di mana

Tuhan.. sakit sekali..

Ketabrak..

November 15th, 2006 by angelina-075

Hik2..
Pagi tadi pas mo berangkst k kmpus, tepatnya pas nyebrang jalan depan kos, ketabrak motor!!!
:(( :(( :((
Jadi deh, mempermalukan diri di depan tetangga2..
da jatoh, kepala pusing, kaki luka2, tangan patah, pantat memar, tas ancur..
**boong ding, gpp kok.. cm deg2an aja..**

:">
Just to remind me to be more careful next time..
:)

God is Good

November 10th, 2006 by angelina-075

"Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:18)

Tahukah kau, Tuhan datang di hidupku. Ia memelukku saat aku patah hati, mendekapku erat saat kujatuh dan merasa tak seorangpun di sekitarku mengerti aku. Tuhan menghapus sakit hatiku, menjadi teman saat aku benar-benar sendirian. Cahayanya datang menerangi langkahku, mendengar setiap keluhan yang kuucapkan hingga hanya pujian syukur yang bisa keluar dari mulut hatiku.

Saat dulu aku berjuang dan mengejar sesuatu yang sangaaat kuharapkan, Dia hanya tersenyum menyaksikan jatuh-bangunku. Saat duniaku penuh tawa dan senyum bahagia, Dia berpangku tangan tanpa sepatah kata. Tapi saat sukaku berbalik jadi duka, hari-hariku dipenuhi derita.. Ia turun tangan!!!

Dan lihatlah kawan!!! Tak ada yang takterselesaikan bila ku bersama-Nya. Tak ada masalah yang berarti bagi-Nya! Dia hapus airmataku dan diubah-Nya jadi tawa. Dia buat ku lupa kan kesedihanku dan melimpahiku dengan bahagia. Hari baru yang sempat tampak mengerikan bagiku, diubahnya jadi hari yang penuh cerita indah. Bila di pagi hari aku berdoa,
    "Tuhan.. aku takut.. Apa yang akan terjadi hari ini?",
di malam hari doaku berbunyi,
    "Tuhan.. terima kasih atas hari indah ini!"
dan tidur dalam keadaan tersenyum hingga pagi menjelang.

Saat ini, saat aku telah menyerah dan menghentikan perjuanganku, Tuhan datang! Saat tak lagi aku mengandalkan diriku, Dia menyediakan punggung-Nya untuk menanggung semua bebanku. Diangkat-Nya diriku dari kejatuhanku, dibangkitkan-Nya dari keterpurukan, dan semangatku kembali menyala. Saat Dia usap dengan kasih, mataku jadi mampu melihat lagi indahnya dunia. Dihapusnya semua ketergantunganku dan kini aku hanya bergantung pada-Nya.

"Jangan pernah mengatakan, ‘Tuhan, aku punya masalah yang besar’. Tapi katakan, ‘Hai masalah, aku punya Tuhan yang besar.’ "

Terima kasih teman.. !

November 10th, 2006 by angelina-075

Terima kasih, teman..
Kau telah beri warna di hidupku
Kau perkenalkanku pada berbagai warna yang belum pernah kukenal sebelumnya

Merahmu lebih menyala dari segala warna yang dulu kuanggap merah
Hijaumu membuat hutan tak segar lagi di mataku
Biru yang kukenal tak pernah lebih biru dari  tatapanmu
Putihmu bersinar, tapi hitamnya lebih pekat dari lubuk malam

Terima kasih, teman..
Makin banyak warna yang kulihat saat kau di sampingku
Membuatku sadar, dunia tak seluas pandangan mataku
Segala yang kuperlu tahu tak tersebar di halaman

Namun merahmu membakar kulitku
Hijaumu menyilaukanku
Biru yang kulihat didirimu membirukan sekujur tubuh, meresap ke batinku
Putihmu menyejukkanku, tapi hitamnya membuatku takut pada kehidupan

Kadang harus kesakitan bersama deritamu
Tertawa terengah-engah saat kau gembira
Melayang di angkasa karena sanjunganmu
Meringkuk di sudut hati, gemetar ketakutan

Kini, kuminta ketulusanmu tuk lepaskanku..
Biar warnaku tetap selembut dulu
Tak terlalu tajam dan tumpul
Selalu cukup untuk membuatku tersenyum..

.: SETELAH “SEGALANYA” BERLALU :.

October 31st, 2006 by angelina-075

Pagi itu aku bangun lebih pagi dari biasanya. Setelah memulihkan kesadaran dengan segelas teh hangat buatan ibu (yang setengah mati selalu ingin kutiru rasanya di perantauan tp tak pernah kucapai setengah kenikmatannya.. :D ), kulakukan tugasku: mencuci baju semua orang di rumah. Bapak sudah basah sambil memandikan Carreta hijau kesayangannya di depan rumah. Ibu meramaikan pagi dengan berbagai bebunyian di dapur: pisau berdetak-detak di atas talenan, panci berjatuhan saat wajan di bawahnya ditarik paksa dari lemari dapur, ceret berdenging menyatakan bahwa air di dalamnya telah matang, bawang putih dkk berteriak nyaring saat kulitnya menyentuh minyak panas di penggorengan.

Memang, kami selalu menerapkan pembagian tugas harian seperti ini tiap pembantu mudik. Kedua adikku juga. Lora biasa menyeterika baju kering setelah dijemur. Dryan biasa disebut "pembantu umum" karena paling sering dimintai bantuan oleh anggota keluarga lainnya. Dia paling suka membantuku menjemur pakaian dan membasahi seluruh ruang jemuran dengan hentakan pakaian yang telah diperasnya.

Selesai dengan segala kesibukan pagi, aku bergiliran mandi dengan bapak dan ibu. Hari itu bapak dan ibu berencana menghadiri halal bihalal di Balaikota. Aku? Aku ada janji dengan m’ G di pernikahan Ade, seorang teman se-ruang kerja di Bandung.

*** hik2.. sebenernya blog ini da kulanjutin kemarin, tp ko ga kesimpen siiiiih .. ~x( ***

Angel003_2 Berkaca-kaca (ngaca, maksudnya..) dan berpose jadi acara selanjutnya buatku dan ibu. Ibu kegirangan dan merayakan kepulanganku dengan cara mendandaniku dengan berbagai peralatan yang beliau punya. Toh akhirnya aku tetap memilih dandanan yang natural.

Tepat pukul 9, kami berangkat dengan Carreta hijau Bapak yang sudah berkilau berkat ’sentuhan ajaib’ Bapak selama satu jam. Lewat tol, tak sampai setengah jam kemudian kami sudah keluar tepat di depan swalayan ADA, tempat yang kujanjikan dengan m’ G untuk bertemu.

Tinggi, duduk dekat jendela dan berbatik merah bata, m’ G mudah dikenali, walaupun dia sedang sibuk dengan koran dan makanannya. Setelah ibu berbasa-basi sebentar dengannya, aku dan m’ G ditinggal dengan janji bertemu jam 12 siang nanti di depan Serrata.


Setelah satu setengah jam ngobrol kesana-kemari, kami memutuskan berangkat ke tempat resepsi pernikahan Ade yang berjarak +- 500 meter dengan angkutan umum. Sampai di sana, sedikit terkejut dengan pintu masuk ruang resepsi yang BENAR-BENAR terpisah bagi tamu pria dan wanita, kami masuk masing-masing melalui pintu yang disediakan.

Pernikahan sederhana itu dihadiri sebagian besar oleh keluarga. Sedikit membosankan bagiku, karena tak banyak yang bisa kuajak ngobrol dan berbagi cerita. Untungnya ada beberapa teman lama juga di sana, sehingga satu jam itu tidak terlalu menyulitkan buatku. Sambil menikmati santapan yang ada dan sesekali berkirim sms dengan m’ G yang berada di sisi berbeda ruangan tersebut, kami bertukar cerita tentang Ade hingga rencana reuni SMU.


Satu jam berlalu. M’ G mengajakku keluar dan kamipun bertemu di depan ruang resepsi. Kami bertukar cerita selama di ruang resepsi sambil menunggu bapak dan ibu menjemputku.

Tiba-tiba kulihat ibu berjalan menuju ke arah kami dan melambaikan tangan. M’ G mengantarku sampai mobil kami bergerak. Dan.. kami berpisah di situ.


Setelah tidur siang (walau agak kesorean), bapak, ibu, aku dan kedua adikku memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan menonton film dengan VCD yang kami sewa. Hingga kantuk menjelang dan kami beristirahat di kamar masing-masing.

=====
Sebelum lelap malam itu, aku baru benar-benar menyadari, ini adalah hari yang kutunggu. Setelah beberapa hari tersiksa dengan penantianku, beberapa minggu gelisah dan tak tenang, saat hari itu datang aku malah baru mengingatnya selarut ini. Aku hanya dapat berkata dalam hati, "Betapa bahagia dia hari ini, hari bahagia yang dinanti-nanti. Betapa segala kebahagiaan jadi miliknya bersama keluarga, bertahta di hadapan hadirin dengan senyum bangga. Betapa senangnya, segala yang dipinta jadi nyata.. "

Dengan sisa-sisa kesadaran yang kumiliki, pintaku lirih kubisikkan pada-Nya,

"Ampuni aku Tuhan, karena sempat meragukan kebijaksanaan-Mu. Ampuni
aku karena tak segera bersyukur atas pemberian-Mu. Ampuni aku karena
sempat lebih mencintainya daripada mencintai-Mu. Ampuni aku yang pernah mencoba menahan kepergiaannya walau kutahu itu kehendak-Mu. Ampuni aku karena lupa
pada-Mu saat kehilangan dia.

Tuhan, biar semua ini berlalu dari padaku. Ambillah semua kenangan indah dan luka ini dariku, dengan cara yang sama dengan cara-Mu membiarkannya pergi dari sisiku. Terima kasih Tuhan, atas semua yang pernah kualami bersamanya. Limpahi aku dengan kebahagiaan yang tak kalah indah dengan kebahagiaan yang kini hadir baginya. Amin."

Malam itu, tidurku lebih lelap dari malam-malam sebelumnya. Dan jika hari itu-pun dapat kulalui dengan tersenyum, kepedihan apa lagi yang mungkin menghapus senyum dari wajah dan hatiku??
:)

Thanks to M’ G for his kindness accompanying me today. Thanks to my family for being around n giving me a non-stop beautiful love. Thanks to all my supporting friends. Thanks to You.. :)

Satu Kenangan

October 8th, 2006 by angelina-075

Mengenang kembali, saat2 bersamanya..
Ada suka, ada duka
Ada saat kami berbagi tawa dan tangis berdua..

Walau kini tinggal suka yang sering hadirkan derita

Kau ajarkan aku bahagia, kau ajarkan aku derita
kau tunjukkan aku bahagia, kau tunjukkan aku derita
kau berikan aku bahagia, kau berikan aku derita

Toh semua itu akhirnya harus berakhir karena perbedaan yang bahkan sudah ada sebelum semua diawali. Suka, derita, tawa dan air mata kini tinggal cerita. Kadang tidak terima, mengapa harus kami yang mengalami kesakitan ini. Mengapa jurang yang ada lebih lebar dari jembatan yang bisa kami bangun ..

keyakinan yang memisahkan kita
buatku bertanya
adilkah ini..

Saat-saat mengenang kebersamaan kami, hanya air mata yang menemani.

Langit begitu gelap, hujan tak juga reda
Ku harus menyaksikan cintaku terenggut tak terselamatkan
Ingin ku ulang hari, ingin kuperbaiki
Kau sangat kubutuhkan, beraninya kau pergi dan tak kembali

Semuanya telah berakhir, antara hatiku dan hatimu
Tak ‘kan ada cinta seperti yang dulu
Semuanya telah berakhir, antara diriku dan dirimu
Tak ‘kan ada rindu seperti yang dulu

Terlarut aku dalam kesendirian
Saat aku menyadari, tiada lagi dirimu kini
Sampai kapankah aku mampu bertahan
Tetapi aku jalani semua kisah hidupku ini
Tak akan terganti, setiap kenangan yang telah terukir
Dan terendap indah dan melekat di hati

itu perasaanku hingga beberapa hari yang lalu..

Kini aku sadar dengan sepenuh hati, semua ini memang harus terjadi. Perpisahan ini bukan akhir dunia, bahkan mungkin ‘kan jadi awal yang indah buatku.

Bila kita harus berpisah, sudah
Biarkan ini semua berakhir, sudah
Cinta memang tak harus memiliki

Aku takkan lagi berharap. Memang hingga kini masih terasa sakit, tapi kuyakin rasa ini hanya kan tinggal di hatiku sementara.

Aku berhenti berharap, dan menunggu datang gelap
sampai nanti suatu saat, tak ada cinta kudapat
Kenapa ada derita, bila bahagia tercipta?
Kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan?

Berita bahagia darinya membuatku memutuskan untuk berhenti mengenangnya. Bukan berarti tak peduli pada masa lalu, aku hanya tak ingin pengalamanku membebani langkahku menapaki hari ini dan hari-hari yang akan datang.

Sudah… terlambat sudah kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik dan kita mesti relakan kenyataan ini

Meski dulu aku benar-benar yakin bahwa takdir ditentukan pula oleh hasil perjuangan kita, mungkin aku harus menambahkan bahwa takdir hanya menentukan hal-hal terbaik bagi hidup kita. Jika (tampaknya) bukan yang terbaik yang terjadi di hidupku, kuyakin suatu saat nanti aku dapat melihatnya dengan senyum merekah.

Kau temukan lagi seseorang yang bisa menjadi pendampingmu
Saat kau lemah, dia kan mencoba membuatmu bahagia
Dan menjadi penopang saat kau lelah (letih tak berdaya)

Disaat kau merasa lemah tak berdaya
Dia kan mencoba memelukmu dengan hatinya

Kuingin engkau percaya bahwa kubahagia melihatmu dengannya
Kuminta tetaplah setia bahwa kubahagia melihatmu dengannya

Tak ada lagi kutakutkan dari kehilangan ini
Kutetap berdiri

Jika… memang diriku
Bukanlah  menjadi pilihan hatimu
Mungkin… sudah takdirnya
Kau dan aku
Tak ‘kan mesti bersatu


Berat hati menerima kehilanganmu
Tegarkan aku saat kau memilih dirinya…
Pergi cinta, lupakanlah aku cinta
Ku relakan dia ada di pelukmu
Pergi cinta, hapus bayangku cinta, bahagiakan dia cinta
Sampai akhir waktu engkau bersamanya

Walau pedih…
Tapi ku baik-baik saja

Hanya pada Tuhan aku harus memohon, hanya kepada-Nya aku meminta pertolongan.

Yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku
biarkan waktu, waktu hapus aku
Sadarkan aku Tuhan dia bukan milikku
biarkan waktu, waktu hapus aku

Maka tak perlu lagi air mata ini tertumpah demi kenangan indah itu. Tak perlu lagi sesal terucap saat ku mengenangnya.

Tak ku sesali cintaku untukmu
Meskipun dirimu tak nyata untukku
Sejak pertama kau mengisi hari-hariku
Aku t’lah meragu mengapa harus dirimu


Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi
Biar terjadi…
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua…kan baik-baik saja

Bila ketetapan Tuhan
Sudah ditetapkan
Tetaplah sudah…
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah

Relakanlah saja ini
Bahwa semua yang terbaik
Terbaik untuk kita semua
Menyerahlah untuk menang