Archive for November, 2006

Simpan Saja (ECOUTEZ)

Monday, November 27th, 2006

Slalu saja kau dapat membuatku
maafkan salahmu
Dan kini kau ulangi
salahmu yang itu-itu saja

Kecewa ku dibuatmu
terluka karna sifatmu
Dan kini ku tak mampu
bertahan lagi

Kuakui dirimu pernah berarti
dan memang hidupku hampa tanpamu
namun lebih baik ku sendiri

Simpan saja rasa di hatimu
Sudah lupakan
hasratku tak lagi untuk saling mencinta
Sudah sampai di sini

Jika aku rindu..

Monday, November 27th, 2006

Jika aku rindu..
Kututup mata dan kulihat senyummu
Kututup telinga dan lembut suaramu hadir di sekelilingku
Kulipat tanganku dan berdoa ‘tuk bahagiamu

Jika ku rindu..
Tak perlu kukepakkan sayap dan terbang ke arahmu
Tak perlu kubelah lautan dengan semangat ‘tuk memelukmu
Tak perlu lagi tetesan air mata seperti dahulu

Jika ku rindu..
Jika aku masih rindu..
Jika aku masih mampu rindu..
Jika aku masih mau merindukanmu..
Tapi aku menolak rasa itu.

Jika aku rindu..

Monday, November 27th, 2006

Jika aku rindu..
Kututup mata dan kulihat senyummu
Kututup telinga dan lembut suaramu hadir di sekelilingku
Kulipat tanganku dan berdoa ‘tuk bahagiamu

Jika ku rindu..
Tak perlu kukepakkan sayap dan terbang ke arahmu
Tak perlu kubelah lautan dengan semangat ‘tuk memelukmu
Tak perlu lagi tetesan air mata seperti dahulu

Jika ku rindu..
Jika aku masih rindu..
Jika aku masih mampu rindu..
Jika aku masih mau merindukanmu..
Tapi aku menolak rasa itu.

Pertama..

Tuesday, November 21st, 2006

Pertama masuk kelas lagi setelah UTS berakhir minggu lalu.
Energi masih full, semangat full, konsentrasi full, senyum full.

Senang bisa ketemu mahasiswa lagi.
Wajah-wajah penuh semangat..
Wajah-wajah ngantuk dan lelah penuh harap..
Wajah-wajah haus ilmu..
Wajah-wajah penasaran jika materi meragukan..
Wajah-wajah puas saat memahami materi..

Semangat!!!
Harus dipertahankan sampe akhir..
:)

Sakit sekali..

Monday, November 20th, 2006

Hari ini seseorang kembali mengingatkanku
tentang siapa aku, bagaimana aku sesungguhnya
betapa aku bukan siapa-siapa
bahwa seindah apapun, aku tak berarti
secerah apapun hidupku, mendung selalu menggantung di dasar hati

Jika manusia adalah debu di mata-Nya,
tentu aku adalah debu paling kecil dan paling hitam
yang mungkin terinjak setiap saat
tanpa seorang pun menyadari keberadaanku yang tak penting bagi siapapun

Sakit sekali..
Mengapa harus kau ingatkan lagi
luka lalu yang mencabik hatiku
menyatu dalam aliran darahku

Sakit sekali..
Sapu tak mempan, sabun tak berdaya
kotoran itu tetap melekat di sekujur tubuhku
*mungkin perlu coba kukorek dengan pisau..*

Sakit sekali..
Seribu kali pun kukibaskan, luka itu tetap menempel
menjadi bayangan yang setia membebani langkahku
yang seolah menghilang sejenak di redup malam
tapi sungguh sedang mengumpulkan kekuatan tuk menantang matahari esok pagi

Sakit sekali..
Sungguh sakit sekali..
Andai bisa kuhapus selamanya dari hidupku
pasti langkahku tak seberat ini

Sakit sekali..
Hari ini kauingatkan lagi
sekujur tubuh serasa mati

Sakit sekali..
Harus sendirian di persimpangan ini
berdiri di ujung hati yang semakin tumpul
menentang terik mentari dan dinginnya malam tanpa seorangpun mengerti

Sakit sekali..
debar jantung seakan ingin mengoyak dada
denyut nadi hendak memuncratkan darah yang tak lagi berwarna
otak tak hendak lagi bekerja
hati entah di mana

Tuhan.. sakit sekali..

Ketabrak..

Wednesday, November 15th, 2006

Hik2..
Pagi tadi pas mo berangkst k kmpus, tepatnya pas nyebrang jalan depan kos, ketabrak motor!!!
:(( :(( :((
Jadi deh, mempermalukan diri di depan tetangga2..
da jatoh, kepala pusing, kaki luka2, tangan patah, pantat memar, tas ancur..
**boong ding, gpp kok.. cm deg2an aja..**

:">
Just to remind me to be more careful next time..
:)

God is Good

Friday, November 10th, 2006

"Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:18)

Tahukah kau, Tuhan datang di hidupku. Ia memelukku saat aku patah hati, mendekapku erat saat kujatuh dan merasa tak seorangpun di sekitarku mengerti aku. Tuhan menghapus sakit hatiku, menjadi teman saat aku benar-benar sendirian. Cahayanya datang menerangi langkahku, mendengar setiap keluhan yang kuucapkan hingga hanya pujian syukur yang bisa keluar dari mulut hatiku.

Saat dulu aku berjuang dan mengejar sesuatu yang sangaaat kuharapkan, Dia hanya tersenyum menyaksikan jatuh-bangunku. Saat duniaku penuh tawa dan senyum bahagia, Dia berpangku tangan tanpa sepatah kata. Tapi saat sukaku berbalik jadi duka, hari-hariku dipenuhi derita.. Ia turun tangan!!!

Dan lihatlah kawan!!! Tak ada yang takterselesaikan bila ku bersama-Nya. Tak ada masalah yang berarti bagi-Nya! Dia hapus airmataku dan diubah-Nya jadi tawa. Dia buat ku lupa kan kesedihanku dan melimpahiku dengan bahagia. Hari baru yang sempat tampak mengerikan bagiku, diubahnya jadi hari yang penuh cerita indah. Bila di pagi hari aku berdoa,
    "Tuhan.. aku takut.. Apa yang akan terjadi hari ini?",
di malam hari doaku berbunyi,
    "Tuhan.. terima kasih atas hari indah ini!"
dan tidur dalam keadaan tersenyum hingga pagi menjelang.

Saat ini, saat aku telah menyerah dan menghentikan perjuanganku, Tuhan datang! Saat tak lagi aku mengandalkan diriku, Dia menyediakan punggung-Nya untuk menanggung semua bebanku. Diangkat-Nya diriku dari kejatuhanku, dibangkitkan-Nya dari keterpurukan, dan semangatku kembali menyala. Saat Dia usap dengan kasih, mataku jadi mampu melihat lagi indahnya dunia. Dihapusnya semua ketergantunganku dan kini aku hanya bergantung pada-Nya.

"Jangan pernah mengatakan, ‘Tuhan, aku punya masalah yang besar’. Tapi katakan, ‘Hai masalah, aku punya Tuhan yang besar.’ "

Terima kasih teman.. !

Friday, November 10th, 2006

Terima kasih, teman..
Kau telah beri warna di hidupku
Kau perkenalkanku pada berbagai warna yang belum pernah kukenal sebelumnya

Merahmu lebih menyala dari segala warna yang dulu kuanggap merah
Hijaumu membuat hutan tak segar lagi di mataku
Biru yang kukenal tak pernah lebih biru dari  tatapanmu
Putihmu bersinar, tapi hitamnya lebih pekat dari lubuk malam

Terima kasih, teman..
Makin banyak warna yang kulihat saat kau di sampingku
Membuatku sadar, dunia tak seluas pandangan mataku
Segala yang kuperlu tahu tak tersebar di halaman

Namun merahmu membakar kulitku
Hijaumu menyilaukanku
Biru yang kulihat didirimu membirukan sekujur tubuh, meresap ke batinku
Putihmu menyejukkanku, tapi hitamnya membuatku takut pada kehidupan

Kadang harus kesakitan bersama deritamu
Tertawa terengah-engah saat kau gembira
Melayang di angkasa karena sanjunganmu
Meringkuk di sudut hati, gemetar ketakutan

Kini, kuminta ketulusanmu tuk lepaskanku..
Biar warnaku tetap selembut dulu
Tak terlalu tajam dan tumpul
Selalu cukup untuk membuatku tersenyum..