Archive for September, 2006

Berani Berubah

Thursday, September 28th, 2006

Pagi ini, di angkot pas berangkat kerja..
Tiba2 ingat pesan seorang teman di masa lalu.
"Hidup adalah perubahan. Siapa tak berani berubah, tidak layak hidup!"

Nadanya memang keras.. Tapi makin lama makin kurasakan kebenaran di dalamnya.
Aku sendiri masih sering mengeluh..
Betapa berat dan kerasnya hidup, membuatku harus pontang-panting mengejar, hanya demi menyejajarkan langkah dengan perubahan dunia.
Arus persaingan yang makin ketat membuatku berkali-kali memandang diri sinis dan "terpaksa" berubah demi bertahan hidup.

Setiap pagi menjelang dan kita disadarkan dari istirahat panjang..
Kita berhadapan dengan hari baru.
Pasti berbeda dengan kemarin, pasti berbeda dengan yang kita bayangkan, dan seringkali tanpa kita sadari.. perubahan terjadi lebih cepat dari yang kita tunggu.
Hari baru identik dengan perubahan.

Seorang sahabat yang lama tidak bertemu berucap..
"Wah, kamu sudah berubah ya?"
Dulu kurus, sekarang tidak.
Dulu pendiam, sekarang tidak.
Dulu rajin, sekarang .. :D

Sepasang kekasih yang bertengkar, mempermasalahkan perubahan.
"Kamu sudah berubah ya?? Dulu kamu tidak begini, tidak begitu."

Aku sendiri merasakan banyak perubahan di diriku, dan hidupku.
Kebiasaan-kebiasaan yang dulu kugemari, kini tidak pernah lagi kulakukan.
Kenakalan-kenakalan yang dulu membuatku tersenyum, kini kuhindari.

Seringkali kusalahkan keadaan.
"Kondisi yang menuntutku menjadi seperti hari ini."
Benarkah?
Toh jika keadaannya berbeda, aku tetap berubah.

Ada sebuah lagu yang ‘terasa’ aneh:
Aku masih seperti yang dulu..
GOMBAL!!! @#$%^&*():"<>?

Betapa berbeda..
Aku hari ini, kemarin, sebulan lalu, setahun lalu, 3 tahun lalu, ..
Tapi toh dengan perubahan itu, aku tetaplah aku.

“apa adanya” VS “seadanya”

Monday, September 18th, 2006

Orang bilang, cinta tuh harus bisa menerima pasangan "apa adanya".
Tapi..

Apakah itu berarti harus diam saja melihat si dia malakukan hal2 yang tidak baik?
Apakah harus menerima si dia yang tidak pernah mau mengatur diri dan hidupnya?
Apakah harus diam saja saat dia melakukan hal2 yang merusak dirinya?
Apakah harus..??

Jika hari ini aku berdoa:
"…
Terima kasih Tuhan, Kau berikan aku kekasih yang baik,
teman yang menjadi tangan kanan kasih-Mu di hari indah maupun hari burukku,
yang menemaniku saat suka maupun duka.

Walaupun dia sering menyakiti hatiku dengan ingkar janji,
menyakiti dirinya sendiri dengan merokok dan begadang,
menyakitimu dengan tidak mencintai diri sendiri dan keluarga

Hadirlah di hatinya, Tuhan, agar cinta-Mu memberinya kekuatan untuk memperbaiki hidupnya
…"

Betapa ingin doaku esok sudah berubah:
"…
Terima kasih Tuhan, Kau berikan aku kekasih yang baik,
teman yang menjadi tangan kanan kasih-Mu di hari indah maupun hari burukku,
yang menemaniku saat suka maupun duka.

Terima kasih Tuhan, Kau sembuhkan luka hatinya,
sehingga kini dia mencintai dirinya dan keluarga,

Walaupun dia (masih) sering menyakiti hatiku dengan ingkar janji,
menyakiti dirinya sendiri dengan merokok dan begadang

Hadirlah di hatinya, Tuhan, agar cinta-Mu memberinya kekuatan untuk memperbaiki hidupnya
…"

Apakah dengan cinta kita harus menerima dia apa adanya, atau seadanya??

Trima Kasih Tuhan

Monday, September 4th, 2006

Trima kasih Tuhan untuk kasih setia-Mu
yang kualami dalam hidupku
Trima kasih Yesus untuk kebaikan-Mu
sepanjang hidupku..

Trima kasih Yesusku, buat anugerah yg kauberi
sbab hari ini Tuhan rayakan syukur bagiMu