Archive for August, 2006

Where is home??

Monday, August 28th, 2006

Apa sih, arti keluarga buat kita?
Apakah ibu disebut ‘ibu’ karena beliau melahirkan dan merawat kita?
Apakah ayah disebut ‘ayah’ karena beliau bekerja demi menafkahi kita?

Buatku..
Bapak dan ibuku adalah segalanya
Mereka tak hanya menghadirkanku di dunia ini, merawat dan melindungiku
Tapi juga hadir di setiap jengkal hidupku

Kedua adikku adalah pengiring langkahku
Kaki yang memungkinkanku menapaki hidup,
Tangan yang turut berkarya bersamaku,
Hati yang melengkapi tubuhku

Di manapun aku berada,
apapun yang kulakukan,
ke mana pun langkahku menuju,
Mereka selalu mendukungku

Mereka tersenyum tulus saat aku tertawa di atas keberhasilanku
Mereka menangis bersamaku dan mengajakku kembali bangkit dari kegagalanku
Mereka menertawakan kebodohanku
Mengingatkanku selalu bahwa mereka selalu ada untukku, di dekatku

Saat orang lain mencibir melihat kebahagiaanku,
saat yang lain meragukan ketulusanku,
saat tak ada yang menemani kesedihanku,
Mereka hadir dengan kesejukan embun pagi

Seperti matahari yang terbit bagi orang baik maupun jahat,
bulan yang menerangi malam si pemilik istana maupun penghuni kolong jembatan,
dan hujan yang membasahi gedung bertingkat maupun selokan bersampah,
Keluargaku hadir ‘with no condition’

Maka, pantaskah aku mengeluh?
Mungkinkah aku mencaci hidup yang sedemikian indah?
Layakkah kupertanyakan cinta-Nya yang selalu hadir melalui tangan keluargaku?

Apa lagi yang kutakuti??
Pengalaman apa yang dapat memutus cintaku pada mereka?
Apa yang mampu membuatku lupa pada kehadiran mereka?
Kupastikan, takkan pernah ada!!!

Kerikil setajam apapun takkan melukai kakiku, karena mereka hadir sebagai alas kaki yang mengamankanku.
Angin sekencang apapun takkan membuatku berpaling saat mereka mengelilingiku sebagai benteng pelindung.
Hujan badai bagai sahabat bila keluargaku bersamaku.
Kematian pun indah bagiku, karena mereka mewarnai setiap jengkal hidupku dengan cinta.

Maka, kemana lagi aku harus pulang, jika bukan ke dalam pelukan keluarga??

Apakah rumah disebut ‘rumah’ karena memiliki atap, tembok, lantai dan pagar?
Atau karena keluarga tinggal di dalamnya?

Luv u, my fam.. :)

Cinta tapi beda??

Thursday, August 24th, 2006

Cinta..

Banyak orang menganggapnya indah, penuh pesona, dan memabukkan.
Sebagian menganggapnya inti kehidupan.
Pakar menyejajarkannya dengan helaan nafas.

‘Monyet’ mengartikannya sebagai debar jantung saat melihat lawan jenis yang menarik.
Kehadirannya menjadi sumber inspirasi bagi para pujangga.
Kekuatannya melampaui nuklir pemusnah semesta.
Kelembutannya menitikkan air mata penguasa dunia.

Cinta..

Banyak ragamnya.
Cinta Tuhan di atas dan dalam segalanya.
Cinta ibu sanggup membuatnya menahan lapar hingga ajal demi kebahagiaan anaknya.
Cinta ayah menguatkannya bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu bagi keluarga.
Cinta kekasih dan pasangan jiwa (seharusnya) mengukuhkan cinta pasangannya.

Cinta..

Benarkah selalu indah?
Dapatkah selalu menghadirkan kebaikan dan perdamaian?
Dapatkah hadir di tengah perbedaan dan pertentangan?

Seorang ibu, dalam kemiskinan dan kesendiriannya tanpa suami, demi cintanya sanggup melakukan apapun demi mencari nafkah bagi anak-anaknya. Ibu yang lain, dalam keadaan yang jauh lebih baik, demi cintanya membunuh anak2nya karena mengkhawatirkan masa depan sang buah hati.

Seorang pemuda merelakan gadis yang dicintainya menikah dengan lelaki lain yang lebih terjamin masa depannya, demi kebahagiaan sang gadis. Pemuda lainnya, setengah mati mempertahankan ikatan cinta yang tak lagi diinginkan pasangannya, karena cintanya.

Seorang gadis demi cintanya rela melakukan apapun agar dicintai pemuda yang dikasihinya. Gadis lain bunuh diri demi cinta yang tak dapat dimilikinya. Tak sedikit pula gadis yang makin dalam kecintaannya pada Tuhan karena pemuda yang dikasihinya.

Mana yang baik?
Mana yang patut ditiru?

Cinta..

Kini banyak batasannya.
Rasio umur, persamaan keyakinan, keseimbangan suku-bangsa-bahasa-budaya-kewarganegaraan, bobot-bibit-bebet; telah dirumuskan sejak berabad-abad lalu dan terus bertambah sejalan dengan pertambahan requirement-nya.

Pernahkah kaualami cinta yang penuh dengan perbedaan?
"… Aku suka singkong, dia suka keju. Aku suka jaipong, dia suka disco. …"

Bisa berhasil-kah?
Mampu bertahan-kah?
Atau hari2nya hanya akan diisi dengan pertentangan dan perselisihan?

Golongan Darah

Monday, August 14th, 2006

Hmm..
Kemarin ke dokter.
Malah dapet tugas, cari tipe makanan, alergi dst yang berkaitan dengan golongan darah.
Hehehehe..
Berikut beberapa hasilnya, tentang golongan darahku:

1. ——————————————————————————————————————

SIFAT SECARA UMUM:

terorganisir, konsisten, jiwa kerjasama tinggi, tetapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang kadang bikin orang mudah sebel, kecenderungan politik: "destra"

BERDASARKAN URUTAN:

- Paling ga gampang ngaret soal waktu.
- Paling susah mentolerir kesalahan orang, karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar.
- Paling bisa dipercaya karena konsisten dan taat hukum.
- Nomor 2 disukai untuk jadi teman, karena selalu on time dan persis. Jika ada yang tak suka, itu karena terlalu taat dan scrupulous.

MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN

- Nomor 2 yg mudah kesasar.
- Nomor dua juga dalam meraih medali di olimpiade olah raga, karena persis dan matematis.
- Paling banyak kedua jadi direktur dan pemimpin karena berpribadi "minute" dan teliti.
- Paling gampang nabung, karena suka menghitung bunga bank.
- Dalam kekuatan ingatan, nomor 3.
- Paling cocok jadi MC (kayak planner berjalan).

MENYANGKUT KESEHATAN

- Nomor dua dari yang paling panjang umur, karena hidup teratur.
- Nomor tiga yang paling gampang gendut (hanya makan apa yang ada di piring, terpengaruh program diet).
- Paling gampang flu/ demam/ batuk/ pilek (lemah terhadap virus dan penyakit menular).
- Pada acara makan2 di sebuah pesta, ngambil yg berimbang: 4 sehat 5 sempurna.
- Nomor tiga yg paling cepat botak.
- Tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum.
- Paling susah tertidur (tergantung aturan dan orario).
- Penyakit yang mudah menyerang: stress, majenun/ linglung.
- Paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian).

Anjuran agar tetap sehat:

krn terlalu perfeksionis, nyantailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius

2. ——————————————————————————————————————

Makanan Sesuai Golongan Darah 



Lebih baik mengkonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian dan
karbohidrat karena paling bisa membakar
karbohidrat.

Jenis makanan: Produk Susu

kefir, mozzarella cheese, ricotta cheese, soy cheese, soy milk

Jenis makanan: Ikan

carp, cod, mackerel, monkfish, pickerel, red snapper, salmon, sardine, trout

Jenis makanan: Daging

jantung, hati, sapi

Jenis makanan: Buah-buahan

aprikot, blackberry, blueberry, cherry, lemon, nanas, plum

Jenis makanan: Sayuran

bit, brokoli, wortel, bawang putih, jahe, lettuce, bawang, labu kuning, bayam

3. ——————————————————————————————————————


GOLONGAN DARAH

Berkepala
dingin, serius, sabar dan kalem. Mempunyai karakter yang tegas, bisa diandalkan
dan dipercaya, namun keras kepala. Merencanakan segala sesuatunya secara matang,
sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu lalu mengerjakan
segalanya dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Berusaha membuat diri mereka
sejajar dan seideal mungkin. Bisa keliatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
Sering mencoba menekan perasaan, karena sering melakukannya mereka terlihat
tegar, meskipun sebenarnya mereka mempunyai sisi yang lemah, seperti mudah gugup
danlain sebagainya. Cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat,
sehingga cenderung berada di sekitar orang-orang yang bertempramen sama.

Tuesday, August 8th, 2006

Hargailah Setiap Keajaiban dalam Hidup

Diceritakan oleh Maha Guru Ching Hai
Kamboja, 13 Mei 1996

 Suatu ketika ada seorang lelaki yang membawa serta anjing pemburunya untuk pertama kalinya. Lelaki itu berhasil menembak seekor itik, dan itik itu jatuh ke dalam sebuah telaga. Ia tidak bisa berenang, tetapi anjingnya yang melihat hal itu, mengerti. Maka, anjing tersebut berjalan di atas air dan membawa itik itu kepada tuannya.
            Sang pemburu tidak mempercayai penglihatannya dan berkata, "Anjing itu berjalan di atas air!" Dia terus menggosok-gosok matanya dan memandang kepada anjing itu. "Anjingkah itu, yang berjalan di atas air?" katanya pada dirinya sendiri, dan kemudian ia bertanya kepada rekannya, "Apakah kamu lihat sesuatu yang aneh pada anjing itu? Apakah kamu juga melihatnya, atau hanya saya saja?" Rekannya telah melihat anjing itu berjalan di atas air, dan katanya, "Ya, sekarang saya tahu: Anjing itu tidak dapat berenang!" Dia hanya berpikir bahwa anjing itu tidak dapat berenang. Dia tidak memperhatikan hal lainnya lagi.
            Hal ini serupa dengan kita karena dalam kehidupan terdapat banyak keajaiban, tetapi kita tidak menganggap serius. Kita tidak memperhatikannya karena kita menganggap bahwa memang sudah semestinya begitu. Seperti itulah. Seperti misalnya, jantung kita yang berdenyut setiap hari, tetapi kita tidak menghargainya sampai suatu hari ia berhenti berdenyut atau menjadi sakit dan mengingatkan kita bahwa ia ada di sana berkat sesuatu. Dan mungkin kita merasa heran dan berkata, "Sungguh ajaib, jantung sekecil itu berdenyut setiap hari tanpa kita mengendalikannya!"
            Sungguh ajaib. Kehidupan adalah ajaib, dan setiap hari penuh dengan keajaiban bagi sebagian besar orang. Sayangnya, adakalanya kita membuat hidup kita seperti neraka. Dengan menuruti ego kita, menuruti ilusi kita dan menuruti kebiasaan lama kita yang terkumpul selama bertahun-tahun, kita menjadikan hidup kita seperti neraka. Sekalipun kita tinggal di Surga, kita membuatnya seperti neraka. Itulah sebabnya Surga tidak bisa ditempati oleh mereka yang bodoh dan keras kepala karena mereka akan menjadikannya sebagai neraka.
            Bukannya Tuhan atau Santo Petrus tidak ingin mengizinkan banyak orang masuk Surga, tetapi jika mereka pergi ke sana, maka Surga akan menjadi neraka. Jadi, janganlah kita selalu meminta kepada Tuhan atau Guru agar tidak membeda-bedakan; kita seharusnya tahu bahwa meskipun Guru atau Tuhan itu penuh belas kasih, seseorang harus menjadi siap untuk mendapat tempat yang tepat atau berkah yang tepat.

–dunia cerita–